ImageBangun Saung Belajar di Tanah Banas Selatan, Sumba...
Image

Bangun Saung Belajar di Tanah Banas Selatan, Sumba Tengah. Belajar di Tanah Lapang, Berkejaran dengan Waktu dan Gelap.

Rp 76.165 terkumpul dari Rp 2.000.000
2 Donasi ∞ hari lagi

Di Tanah Banas, Sumba Tengah, sekolah bukanlah gedung berdinding tembok. Bagi anak-anak di sana, sekolah adalah tanah lapang luas di bawah terik matahari, di atas rumput kering, di antara angin dan debu.

Setiap hari mereka berjalan sejauh 7 hingga 8 kilometer untuk bertemu Pak Guru Yuda, seorang guru yang mengajar sambil membawa buku-buku di atas kudanya.

Di tempat inilah mereka membaca, menghitung, menulis, dan bercita-cita. Namun ketika hujan datang, pelajaran berhenti. Ketika malam tiba, mereka harus pulang dalam gelap, berbekal senter kecil di jalan setapak yang sepi.

Bukan karena mereka tak mau belajar. Tapi karena mereka tak punya ruang untuk belajar.

“Saung Belajar: Rumah Ilmu yang Mereka Impikan”

Suatu hari, masyarakat setempat menghibahkan sebidang tanah kecil. Tanah itu mereka sebut “tanah pendidikan” yang menjadi simbol harapan agar anak-anak mereka bisa sekolah.

Dari tanah hibah inilah muncul impian sederhana: membangun satu saung belajar, tempat anak-anak bisa membaca, menulis, dan belajar tanpa takut panas, hujan, atau gelap.

Saung ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah tempat berkumpul, tempat mimpi tumbuh, dan tempat guru seperti Pak Yuda bisa terus menyalakan semangat tanpa harus berjalan puluhan kilometer setiap minggu.

Mari jadi bagian dari berdirinya fasilitas belajar anak-anak di Tana Mbanas, Sumba.

Donasi sekarang

Baca selengkapnya ▾

  • October, 27 2025

    Campaign is published

Orang Baik1 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 50.860
Orang Baik1 bulan yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 25.305
Bagikan melalui:
✕ Close