fbpx
Mempersatukan Indonesia dengan Pendidikan

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Indonesia memiliki masyarakat dengan tingkat keberagaman yang sangat komplek, sebuah Negara multicultural yang bangga akan keberagaman dalam simbol bhineka tunggal ika, meskipun berbeda tetapi tetap satu juga.

Selain menjadi sumber kekayaan, keberagaman budaya ini juga menjadi potensi sumber konflik jika rakyatnya tidak mengikuti perkembangan dinamis yang pasti terjadi dalam masyarakat majemuk. Dari sinilah banyak tokoh pendiri bangsa yang sadar akan pentingnya pendidikan untuk bangsa ini. Pendidikan akan sangat berperan untuk masyarakat dalam mengantisipasi fanatisme dan menerima perubahan tanpa melupakan budaya yang sudah ada sebelumnya.

Seperti yang dikemukan Karl Popper dalam The Open Society and Its Enemies, bahwa perubahan senantiasa dinilai negatif dan ditabukan serta dipandang sebagai kejahatan. Sebaliknya, stabilitas dianggap sebagai sebuah kebaikan yang harus terus-menerus diperjuangkan. Kebebasan merupakan penghambat stabilitas. Keunikan setiap individu dianggap sebagai ancaman terhadap hidup bersama. Pandangan seperti ini tentu akan sangat “berbahaya” diterapkan di masyarakat majemuk atau masyarakat yang sangat beragam seperti Indonesia. Untuk itulah pendidikan merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan integrasi sosial masyarakat di Indonesia.

Oleh karena itu, dalam pidato pemantiknya di rapat  konggres pemuda yang ke 2, moh yamin menyerukan 5 asas penting untuk mewujudkan persatuan bangsa dan salah satu diantaranya adalah pendidikan.

Pendidikan akan menjadi alat untuk mencerdaskan bangsa dengan menggunakan perubahan untuk suatu kemajuan tanpa meninggalkan norma dan budaya yang sudah dahulu tertanam. Pendidikan juga akan menjadi alat untuk membentuk generasi bangsa yang berkarakter dan berbudi pekerti. Pendidikan baik akan menghasilkan perilaku baik yang tercermin dalam tingkah laku sehari-hari, bukan hanya tataran pengetahuan kognitif semata.

Gemilang Indonesia mengambil peran dalam hal ini,dimana yayasan ini berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam memberikan pendidikan untuk mereka kurang beruntung mendapatkan pendidikan layak. Dan yang menarik adalah, semua yang terjun langsung dalam yayasan ini adalah 100% pemuda, dengan semangat berbagi untuk sesama, untuk meratanya pendidikan di Indonesia.

Hari ini tepat 98 tahun berlalu sejak pertama kali di ikrarkannya sumpah pemuda di watervrenden (Jakarta) semoga semangat para pemuda waktu itu masih membara di dada semua pemuda Indonesia sekarang, dan terkhususnya untuk semua pemuda yang sedang memperjuangkan pendidikan yang merata di seluruh negri.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Campaign Terkini